kasus mahasiswa muda.
kalo lagi g ada jam kampus kerjaannya cuma on laptop + di tambah ngerokok kaya spur (kereta api) kalo udah bosen maen kaya pesbuk, switer, atau dngerin lagu nih palingan nnton video yg kita punya biasanya yg semi2 gtu soalnya asik buat di tonton, hahahha, lama2 ngejerumus dah setan di kuping nyuruh buka pilm bokep, nnton sampe muka bego ngeces2 kaya orang tolol, klo si ade udeh lemes pkiran udeh kmana mana mnding pndah ke kamar nnton tv sambil nyari2 channel tv yg enak buat di tonton, klo udah bete nnton plingan molor sambil ngiler, hahhaha klo g ada jam di kampus itu rasanya kaya surga mlik kita (weitzzzzz) inget surga itu hanya yg punya allah yak, hehhehe
Nah kalo yang ini apes nih klo dapet jam kuliah pagi rasanya jam itu musuh terberat bnget mau gw lamain tw g detiknya anjirrrr cepet bnget klo pagi-pagi yak, sejam rasanya kaya semenit, eh tapi g lebay juga dah. hahahahha,
Udeh dateng ngebut dari rumah mandi gaya koboy eh taunya sampe kampus dosen malah ngaret blom dateng (sempak bngetkan) rasanya mau di tabok bolak balik tuh dosen mane perut kebelet boker cocok bnget dah penderitaan, hahhaahaha.
Nah buru-buru kan tuh ke toilet nyampe toilet 'jeng-jeng' di dalem penuh ngantri kaya ngantri sembako mana lama2 banget di dalemnya kaya orang cokbun (ehem itu sejenis makanan ringan) anjritttt klo udah di ujung itu rasanya kaya nyawa mau di cabut kali yak di tarik ulur tarik ulur, hahahahaha
udah lah gw skip bagian itu anjrit lu pasti ngakak campur geli gw aja yang cerita gelisah, (geli-geli basah) agak enakin juga yak, hahahahah
nah lu pasti tau pelajaran apa yang paling ngebosenin seantero jagat raya, fisika di padu dengan matematika, itu bagaikan sambel di tambah lada pedes bikin bibir jebleh tapi lama ademnya, nah itu 2 pelajaran paduan yg nikmat untuk membakar otak ini, sampe kaya ager2 sari rasa kali, hahahahaha
Jumat, 27 September 2013
Masalah Tentang Kesenjangan Sosial
PEMICU/PENYEBAB TERJADINYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.
Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba.
Terdapat 3 faktor (alasan) yang dapat dikatakan sebagai “pemicu” seseorang dalam penyalahgunakan narkoba. Ketiga faktor tersebut adalah faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor kesediaan narkoba itu sendiri.
1.Faktor Diri
a.Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
b.Keinginan untuk mencoba-coba kerena penasaran.
c.Keinginan untuk bersenang-senang.
d.Keinginan untuk dapat diterima dalam satu kelompok (komunitas) atau lingkungan tertentu.
e.Workaholic agar terus beraktivitas maka menggunakan stimulant (perangsang).
f.Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.
g.Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar.
h.Menderita kecemasan dan kegetiran.
i.Kecanduan merokok dan minuman keras. Dua hal ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba.
j.Karena ingin menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya.
k.Upaya untuk menurunkan berat badan atau kegemukan dengan menggunakan obat penghilang rasa lapar yang berlebihan.
l.Merasa tidak dapat perhatian, tidak diterima atau tidak disayangi, dalam lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan.
m.Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan.
n.Ketidaktahuan tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
o.Pengertian yang salah bahwa mencoba narkoba sekali-kali tidak akan menimbulkan masalah.
p.Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan narkoba.
q.Tidak dapat atau tidak mampu berkata TIDAK pada narkoba.
2.Faktor Lingkungan
a.Keluarga bermasalah atau broken home.
b.Ayah, ibu atau keduanya atau saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan pengedar gelap nrkoba.
c.Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba.
d.Sering berkunjung ke tempat hiburan (café, diskotik, karoeke, dll.).
e.Mempunyai banyak waktu luang, putus sekolah atau menganggur.
f.Lingkungan keluarga yang kurang / tidak harmonis.
g.Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya.
h.Orang tua yang otoriter,.
i.Orang tua/keluarga yang permisif, tidak acuh, serba boleh, kurang/tanpa pengawasan.
j.Orang tua/keluarga yang super sibuk mencari uang/di luar rumah.
k.Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan ketidakpastian.
l. Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk, orang tidak dikenal secara pribadi, tidak ada hubungan primer, ketidakacuan, hilangnya pengawasan sosial dari masyarakat,kemacetan lalu lintas, kekumuhan, pelayanan public yang buruk, dan tingginya tingkat kriminalitas.
m.Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran.
3.Faktor Ketersediaan Narkoba.
Narkoba itu sendiri menjadi faktor pendorong bagi seseorang untuk memakai narkoba
karena :
a.Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli.
b.Harga narkoba semakin murah dan dijangkau oleh daya beli masyarakat.
c.Narkoba semakin beragam dalam jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan.
d.Modus Operandi Tindak pidana narkoba makin sulit diungkap aparat hukum.
e.Masih banyak laboratorium gelap narkoba yang belum terungkap.
f.Sulit terungkapnya kejahatan computer dan pencucian uang yang bisa membantu bisnis perdagangan gelap narkoba.
g.Semakin mudahnya akses internet yang memberikan informasi pembuatan narkoba.
h.Bisnis narkoba menjanjikan keuntugan yang besar.
i. Perdagangan narkoba dikendalikan oleh sindikat yagn kuat dan professional. Bahan dasar narkoba (prekursor) beredar bebas di masyarakat.
Sumber : “Buku : ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA,
BNN-RI 2009”
Pendapat tentang artikel diatas : memang narkoba sangat berbahaya bila di gunakan secara bebas apalagi kalo dari dini sudah di menggunakan narkoba pasti dewasa pun dia akan melakukan apa aja untuk dapat barang haram itu.
Solusi saya tentang artikel diatas yaitu : harus adanya sosialisasi sejak dini kepada generasi-generasi sekarang maupun yang akan datang tentang bahayanya penggunaan narkoba secara bebas dan memberikan sanksi kepada pelaku-pelaku yang terkait (bandar narkoba).
Langganan:
Postingan (Atom)